Total Tayangan Halaman

Minggu, 12 Desember 2010

Please , Come Back to me ~Chapter 1~

 Nah berhubung , Lucky udah End Chapter makanya aku buat cerita baru lagi yang udah kebesut di otak. Paling cerita ini berakhir di chapter 4 Atau 5. Ini kaya FANFICTION. Tapi kayanya agak melo drama gitu. Wokee.. LET GET IT START IT !
_____________________________________________________________________________________


Natsu menaruh bunga Mawar putih diatas makam Lucy. Sesekali ia mengusap air matanya yang masih membanjiri kelopak matanya. Matanya telah memerah karena teralalu sering menangis.
“Baru kali ini , kau merasa kehilangan yang amat sangat menyakitkan ?” Tanya seorang anak kecil yang berdiri disampingnya dengan 1 bucket bunga Lily di tangannya. Natsu menoleh dengan tatapan kosong dan kembali lagi memandang nisan Lucy yang berbentuk Malaikat , sama seperti nisan ibunya. Anak yang sekitar berumur 12 tahun itu berlutut dan menaruh bunga bawaannya. Matanya sayu memandang nisan Lucy.
“Baru kali ini kau sadar akan tindakkanmu yang membuatnya pergi dari dunia ini , kan ?” Tanya anak itu sambil sedikit terisak. Natsu mengretakkan giginya dan memandang anak kecil itu marah.
“Sudah! Cukup , Keiwi! Kau sudah puas mengganguku dengan pertanyaan-pertanyaan bodohmu itu?” Kata Natsu marah. Keiwi memandang Natsu dengan tatapan kosong dan kembali bertanya.
“Seharusnya kau senang akan kematiannya kan ? Kau senang karena tak ada yang memaksakan hatimu untuk bersamanya kan ? Kau senang karena kau bisa bersama dengan Lisanna kan , BENAR ?!” Kata Keiwi mengakhiri kalimatnya dengan membentak Natsu.
“Siapa bilang , HAH ?! kau tahu dari mana akan perasaan ini ?! Perasaan yang selalu mencambuk hatiku kau tahu dari mana ?! Kau....” Belum selesai kata- kata Natsu , Keiwi telah lebih dahulu menepisnya.
“Kau tahu darimana juga perasaan Lucy yang selalu berdoa untukmu setiap malam ?! Kau tahu darimana juga....Perasaan dia di hari kematiannya ?!” Kata Keiwi meninggalkan Natsu sendiri di makam Lucy.Natsu hanya diam dan memandang nisan Lucy kembali dan matanya pun sayu kembali dan mulai menitikkan air matanya.
“Ma..Maa..Maafkan aku.. Maafkan aku...maafkan aku..maafkan aku , Lucy”Katanya dengan gemetaran dan memegangi handband buatan Lucy.
__________________________________________________________________________________ Siang berganti malam , Natsu pulang kerumahnya dimana Happy telah menunggunya. Entah kenapa kejadian 4 hari yang lalu itu masih melekat di benaknya.
CLACK. Suara pintu dibuka. Happy telah tidur terlebih dahulu karena kecapek-an . Natsu tersenyum lembut. Dia menutup pintu dan berjalan kearah Happy yang telah tertidur pulas di tempat tidurnya.
-FLASHBACK-
'DEG!' 'DEG!' 'DEG!'
Jantungku berdebar kencang. Semoga firasat burukku tidak menjadi nyata.
"kasihan sekali…"
"ada apa ini? Bunuh diri, ya?"
Firasatku semakin kuat. Kakiku bergetar, mataku terpaku pada kerumunan orang di depanku. Lucy… semoga bukan kau…
Aku  menerobos kerumunan itu. Langkah demi langkah, detak jantungku semakin kencang, semakin tak terkontrol. Keringat dingin mengucur di wajah ku.
Seketka itulah, saat aku berhasil ke tengah kerumunan…
"LUCY!" Mataku segera terbelalak. Kedua lututku terjatuh ke tanah, bergetar tak karuan. Wajahnya pucat pasi… Aku memeluk jenazah Lucy yang terbaring kaku. Menghapus busa putih dari ujung mulutnya. "L-lu-lucy… jangan… tinggalkan aku... JANGAAAAAAAN!"
Aku menangis, aku berteriak. Aku merasa sakit yang luar biasa di hatiku. Kini, aku tidak bisa berbuat apa-apa… Lucy telah pergi. Lucy-ku…
Gadis itu kini berada didalam peti. Matanya terpejam penuh kedamaian. Disekujur tubuhnya tertabur bunga indah berwarna putih. Ku menatap wajah porselennya yang indah tanpa cela. Tanganku menyentuh pipinya yang sedingin es. Kemudian ku membelai rambut pirangnya yang tak lagi berkilau.
Aku menghembuskan nafasku pasrah. Ku beranjak pergi dari peti itu menuju pedupaan. Kemudian ku meletakkan bunga mawar putih didepan fotonya, yang ceria dan bersemangat. Mataku menyusuri setiap lekuk wajahnya di foto. Hatiku tertusuk. Hatiku terajam. Aku membuka mulutku, berusaha menggetarkan pita suaraku untuk mengatakan hal terakhir yang ingin ku katakan padanya. Perasaan yang terus ku pendam. Perasaan yang selalu ku simpan dalam lubuk hatiku.
"Lucy… apakah kau tahu… aku mencintaimu?. Bukan maksudku pula untuk mengkhianatimu. Bukan maksudku pula untuk melakukan itu dengan Lisanna dihadapanmu" Lalu aku pun beranjak pergi dengan penyesalan yang amat sangat dalam.
-END OF FLASHBACK-

__________________________________________________________________________________
UYE ! Chapter 1 udah selese ! cepet banget yah ? wah klo tak terusin nih kakak ane bisa nangis...BANJIIIRRRRR! hheheheh
MET KETEMU DI CHAPTER 2 !



Tidak ada komentar:

Posting Komentar