Total Tayangan Laman

Minggu, 12 Desember 2010

Please , Come Back to me ~Chapter 1~

 Nah berhubung , Lucky udah End Chapter makanya aku buat cerita baru lagi yang udah kebesut di otak. Paling cerita ini berakhir di chapter 4 Atau 5. Ini kaya FANFICTION. Tapi kayanya agak melo drama gitu. Wokee.. LET GET IT START IT !
_____________________________________________________________________________________


Natsu menaruh bunga Mawar putih diatas makam Lucy. Sesekali ia mengusap air matanya yang masih membanjiri kelopak matanya. Matanya telah memerah karena teralalu sering menangis.
“Baru kali ini , kau merasa kehilangan yang amat sangat menyakitkan ?” Tanya seorang anak kecil yang berdiri disampingnya dengan 1 bucket bunga Lily di tangannya. Natsu menoleh dengan tatapan kosong dan kembali lagi memandang nisan Lucy yang berbentuk Malaikat , sama seperti nisan ibunya. Anak yang sekitar berumur 12 tahun itu berlutut dan menaruh bunga bawaannya. Matanya sayu memandang nisan Lucy.
“Baru kali ini kau sadar akan tindakkanmu yang membuatnya pergi dari dunia ini , kan ?” Tanya anak itu sambil sedikit terisak. Natsu mengretakkan giginya dan memandang anak kecil itu marah.
“Sudah! Cukup , Keiwi! Kau sudah puas mengganguku dengan pertanyaan-pertanyaan bodohmu itu?” Kata Natsu marah. Keiwi memandang Natsu dengan tatapan kosong dan kembali bertanya.
“Seharusnya kau senang akan kematiannya kan ? Kau senang karena tak ada yang memaksakan hatimu untuk bersamanya kan ? Kau senang karena kau bisa bersama dengan Lisanna kan , BENAR ?!” Kata Keiwi mengakhiri kalimatnya dengan membentak Natsu.
“Siapa bilang , HAH ?! kau tahu dari mana akan perasaan ini ?! Perasaan yang selalu mencambuk hatiku kau tahu dari mana ?! Kau....” Belum selesai kata- kata Natsu , Keiwi telah lebih dahulu menepisnya.
“Kau tahu darimana juga perasaan Lucy yang selalu berdoa untukmu setiap malam ?! Kau tahu darimana juga....Perasaan dia di hari kematiannya ?!” Kata Keiwi meninggalkan Natsu sendiri di makam Lucy.Natsu hanya diam dan memandang nisan Lucy kembali dan matanya pun sayu kembali dan mulai menitikkan air matanya.
“Ma..Maa..Maafkan aku.. Maafkan aku...maafkan aku..maafkan aku , Lucy”Katanya dengan gemetaran dan memegangi handband buatan Lucy.
__________________________________________________________________________________ Siang berganti malam , Natsu pulang kerumahnya dimana Happy telah menunggunya. Entah kenapa kejadian 4 hari yang lalu itu masih melekat di benaknya.
CLACK. Suara pintu dibuka. Happy telah tidur terlebih dahulu karena kecapek-an . Natsu tersenyum lembut. Dia menutup pintu dan berjalan kearah Happy yang telah tertidur pulas di tempat tidurnya.
-FLASHBACK-
'DEG!' 'DEG!' 'DEG!'
Jantungku berdebar kencang. Semoga firasat burukku tidak menjadi nyata.
"kasihan sekali…"
"ada apa ini? Bunuh diri, ya?"
Firasatku semakin kuat. Kakiku bergetar, mataku terpaku pada kerumunan orang di depanku. Lucy… semoga bukan kau…
Aku  menerobos kerumunan itu. Langkah demi langkah, detak jantungku semakin kencang, semakin tak terkontrol. Keringat dingin mengucur di wajah ku.
Seketka itulah, saat aku berhasil ke tengah kerumunan…
"LUCY!" Mataku segera terbelalak. Kedua lututku terjatuh ke tanah, bergetar tak karuan. Wajahnya pucat pasi… Aku memeluk jenazah Lucy yang terbaring kaku. Menghapus busa putih dari ujung mulutnya. "L-lu-lucy… jangan… tinggalkan aku... JANGAAAAAAAN!"
Aku menangis, aku berteriak. Aku merasa sakit yang luar biasa di hatiku. Kini, aku tidak bisa berbuat apa-apa… Lucy telah pergi. Lucy-ku…
Gadis itu kini berada didalam peti. Matanya terpejam penuh kedamaian. Disekujur tubuhnya tertabur bunga indah berwarna putih. Ku menatap wajah porselennya yang indah tanpa cela. Tanganku menyentuh pipinya yang sedingin es. Kemudian ku membelai rambut pirangnya yang tak lagi berkilau.
Aku menghembuskan nafasku pasrah. Ku beranjak pergi dari peti itu menuju pedupaan. Kemudian ku meletakkan bunga mawar putih didepan fotonya, yang ceria dan bersemangat. Mataku menyusuri setiap lekuk wajahnya di foto. Hatiku tertusuk. Hatiku terajam. Aku membuka mulutku, berusaha menggetarkan pita suaraku untuk mengatakan hal terakhir yang ingin ku katakan padanya. Perasaan yang terus ku pendam. Perasaan yang selalu ku simpan dalam lubuk hatiku.
"Lucy… apakah kau tahu… aku mencintaimu?. Bukan maksudku pula untuk mengkhianatimu. Bukan maksudku pula untuk melakukan itu dengan Lisanna dihadapanmu" Lalu aku pun beranjak pergi dengan penyesalan yang amat sangat dalam.
-END OF FLASHBACK-

__________________________________________________________________________________
UYE ! Chapter 1 udah selese ! cepet banget yah ? wah klo tak terusin nih kakak ane bisa nangis...BANJIIIRRRRR! hheheheh
MET KETEMU DI CHAPTER 2 !



Jumat, 26 November 2010

~ Lucky ~ Chapter 6

"Jadi kau kesini itu karena ada misi yang harus kau selesaikan ?" Tanya Ai. Kenno mengangguk sambil memakan kue telur yang diberikan Ai. Kenno lalu meminum Coffe Latte-nya yang masih panas-panas.
"Huaahh...Pouuannass.." Katanya lantang. Ai mengambil sapu tangannya dan mengelapkannya ke bibir Kenno.
Mereka berdua akhirnya Blushing. Ai berdiri dan mengambil tas kerja-nya.
"Aku.... Duluan". Kata Ai seraya meninggalkan Kenno. Kenno hanya memandangnya bingung. Lalu ia pun pergi.
  ~~~
"Baiklah , Kenno Glacio. Kita akan mulai misi ini dicentral kota Berlin. Lalu bla bla bla bla". Kata Pak Reinandez menjelaskan misi di Berlin. Kenno menyimaknya dengan seksama. Kenno mengerti karier nya ini sangat membutuhkan pengorbanan terutama nyawa.
 "MOVE !" Kata Pak Reinandez memerintahkan semua bergerak. Kenno mengambil Air shootgun , beberapa revolver , dan amunisi. "Aku disini untik karierku , Ai juga. Akan kulakukan sebaik yang ku bisa !" Kata Kenno dalam hatinya. Dia menaiki Toyota RAV 4 untuk mengelabui musuh yang telah berjaga-jaga di lokasi yang telah ditargetkan. Bank of Berlin.
"Terima kasih" Kata Ai sambil memberikan cek kepada pelanggan. Ai mulai menuliskan laporan tentang pelanggannya hari ini.
 "Ai , Kau boleh istirahat." Kata kepala manager kepada Ai. Ai mengangguk dan mengambil bekal dari tas-nya.
 "Jadi , Ai ceritakanlah lelaki yang kau sebut black pearl itu" Kata Fleur. Ai tersedak dan mengambil Coffe Latte yang ada di sebelahnya.
 "Well , dia itu punya rambut hitam acak-acakan, suka makan Ebifurai , alergi sama kacang , suka hewan reptil atau non reptil , Jago olahraga , pintar salto ke depan dan ke belakang , ummm itu aja sih nggak lebih  " Kata Ai menjelaskan. Fleur mengangguk setuju akan perkatanan Ai.
 "Well , aku duluan ya ." Kata Ai sambil bergegas menuju kantornya kembali.
"Seien Sie vorsichtig, lieber" Kata Fleur melambaikan tangannya pada Ai. Ai menoleh dan tersenyum pada Fleur.
 "Vielen Dank, Fleur".
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
3 jam setelah masuk kekantor. Ai di sandera oleh kawanan penjahat bersenjata api.
 "Du bist so schön, mein Lieber. Du solltest besser mit mir kommen." Kata penjahat itu pada Ai.
 "NEIIINN! ich habe einen Verlobten, der besser als du!" Kata Ai pada penjahat itu dengan membentaknya.
 "Polizei! Hands up alle! befreite die Geiseln!" Kata Kapten Tom. Kenno membantu membebaskan para sandera.dan dia terkejut denganwanita yang kepalanya telah ditodong oleh pistol di depan.
 "AI ! Kau kenapa kau disana ?!" Kata Kenno bertanya pada Ai.
 "Aku di sandera bodoh !"Kata Ai marah (Ya Iyalah ! dasar Kenno koplak !)
 "Also, es ist Ihr Verlobter! Sehr traurig." Kata penjahat itu pada ai dan merapatkan lengannya ke leher Ai.
 "Nehmen Sie Ihre schmutzigen Hände vom Gesicht, du Arschloch!" Kata Kenno menodongkan revolvernya kepada penjahat itu.
 "Sekali kau menekan pelatuknya. dia MATI !" Kata penjahat itu.

~Lucky Chapter 5 ~

"Keliatannya mudah untuk mengucapkan selamat tinggal sekarang. 5 bulan yang menyenangkan." Kata Kenno menggenggam kedua telapak tangan Ai. Ai tertunduk lesu. Dia tak mau pergi tetapi dia tak punya pilihan lain. Ai memeluk Kenno. Kenno membalas pelukan gadis berambut kecoklatan itu. Ai menangis di dekapan Kenno.
"Kenno , berjanjilah kau tak akan melupakan diriku." Kata Ai sambil terisak-isak. Kenno tersenyum dan merogoh kantong celana jeans hitamnya. Dia mengeluarkan berbentuk bundar dan berwarna silver.
"Masih ingat karyawisata ke tempat pembuatan kerajinan dari perak dan titanium ?" Tanya Kenno. Ai mengangguk. Kenno kembali tersenyum pada Ai. Dia mengenakan cincin titanium berwarna silver itu ke jari manis tangan kanan Ai. Ai terkejut.
"Waktu itu kita disuruh membuat karya dari titanium atau perak khan ?" Kata Kenno. Ai mengangguk.
 "Saat itu aku berpikir akan memberikan cicin ini pada Marlene, tapi saat itu pula , perasaanku tertuju padamu. Saat ayahmu menerimaku berkerja sebagai bawahannya. Aku menyadari, Rasa ini. Tak akan pernah lepas darimu." Kata Kenno menatap Ai. Ai menangis. Dan mengadahkan kepalanya kearah Kenno. Kenno membungkukan badannya. Dan mereka saling berciuman.

~Pesawat Ai telah lepas landas. Di dalam Pesawat~
"Hallo , Kenno ?. Ini aku Ai." Kata Ai memulai pembicaraan. Belum ada sahutan dari seberang karena itu adalah Voice Mail. Ai tersenyum keluar jendela.
"Thank's to your gift." Kata Ai memutus sambungan telepon. Dan men- shut down-nya.
~.....~
 7 Tahun kemudian...
"Kenno ! Selamat sudah naik jabatan ya.." Kata Hiro yang 1 tingkat lebih tinggi dari Kenno. Kenno hanya manyun. Melihat sahabatnya yang seperti itu , Hiro merasa ada sesuatu yang aneh dari temannya.
"Pak Kepala Bagian , Kok sedih ?" Kata Hiro. Kenno menggela nafas. Dia tertunduk.
"7 tahun , 7 tahun . Hiro. Apa dia masih ingat padaku ?" Kata Kenno. Hiro mengacak-acak rambut sahabatnya itu. dan tersenyum.
"Ya..INGATLAH !. Ai nggak mungin lupa sama kamu." Kata Hiro. Alunan lagu For The Fist Time dari HP Hiro membuyarkan suasana itu.
"Maaf ya , Kenno. Ini dari Istri ku , Ella. Halo.." Kata Hiro lalu pergi menunggalkan Kenno sendiri di kantornya. KRRRRRRRRRRRRRRRRIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNGGGGGG !
"Telepon... hngghh" Kata kenno menggela napas panjang. Dia angkat teleponnya dan mulai berbicara.
"Hallo , ini dengan siapa ya ?" Kata Kenno.
"Detective Kenno ?" Kata seseorang dari seberang sana. Itu adalah pak kepala detective di Jerman.
 "Iya. Bapak Renandez ?" Kata Kenno bertanya.
"Selamat atas naiknya jabatan anda , mulai besok ada sebuah kasus di Jerman. Kau harus datang segera" Kata Pak Renandez. Kenno tersentak. Misi di Jerman ?. LANJUUUUUUUUTTT !
 "SIAP KOMANDAN !" Kata Kenno menutup teleponnya.
 ~~~>>>>>>>>>>>>>>>>>~~~~
"Guten Morgen, meine Damen" Sapa Penjual Roti telur pada Ai. Ai tersenyum dan membalasnya .
"Morgen, schöner Tag, nicht wahr?" Sapanya manis. Penjual Roti itu menghampiri Ai dan memberinya sekotak kue telur. Ai berterimakasih dan memberikan pecahan uang 25 dolar.
 "Vielen Dank, ist die Mutter sehr freundlich zu mir" kata Ai meninggalkan Ibu penjual kue itu.
 "Du bist willkommen, meine Tochter" . Kata Ibu penjual ku itu ke Ai.
 Ai tersenyum dan pergi ke apartementnya. Di Berlin , Ai tinggal sendiri sejak umur 20 tahun. Orang tuanya dipindah ke Australia. Berhubung semua karier nya ada di Jerman , di menetap disana.
"Kenno , Kau ingat aku ?. Cicin ini masih melingkar di jari manisku. Aku berjanji aku akan kembali" Kata Ai sambil mencium cicin pemberian Kenno 7 tahun yang lalu itu.
BRAAAAAAAKKK..... Ai menabrak seseorang yang bertubuh tinggi
"Leider, habe ich nicht gesehen" Katanya. Orang itu melihat padanya.
 "Nicht das was". Balas orang itu. Betapa terkejutnya Ai. Orang itu adalah Kenno.
"Kenno ! Apa yang kau lakuakan disini ?" Kata Ai bingung. Kenno ber-giggles ria. 
"Tugas Dinas kantor." Katanya.
"Kenno...Aku". Belum selesai kata-katanya. Kenno memeluk Ai . Ai merasakan hangat tubuh pria 25 tahun itu. Hangat. 


~~~~~~~~~~~~~~~~~>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 YAY!!! Chapter 5 ! 
Gak sia-sia 2 jam nongkrong di dpn komputer.
LAST CHAPTER ! Chapter 6 !
Nasib Ichi , Nasib Hiro , Semua tentang kau !
Tunggu ya... 
nanti juga akan ada bahasan kenapa ini di beri nama LUCKY oleh author kurang kerjaan ini heheheh


Auf Wiedersehen (Sampai Jumpa).....





( |__| )...... (+_+) ...... (|__+)...(+_+).... (-_-) ZZZzzzzzzzzzzzzzzzz....

Met bobo' XD....

Rabu, 24 November 2010

~ Lucky ~ Chapter 4

"Aku Kembaliiii !" Kata kenno merangkul pundak Hiro dan Ichi. Hiro tersedak oleh Melon Pan-nya.
"Kenno !" Hiro dan Ichi serempak.
"Bukannya masih ada 3 hari ? Kok masuk sekarang ?" Tanya ichi.
"Males , Habis di RS makannya bubur ayam terus.sekali-kali makannya..... MELON PAN!" Kata Kenno merebut melon pan milik Hiro
"HEI ! , Kembalikkan !!!!!!!" Kata Hiro
"Ahhhh.... Minta diiiiiiiiikiiiiiiiiiiiiiiiit ajja loh !" Kata Kenno terus berlari kearah kelas .
"AI !!!!!!?!?!?!?!" Kata Kenno kaget . Ia tak melihat Ai dari arah lain.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Diganggu bentarrrr ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bagi yang belom tahu Melon pan itu apa , Melon Pan itu seperti ROTI BOY hanya saja , warna nya orange kekuningan , biasanya diisi sama coklat , tuna , and rasa buah laennya...
Ini biasanya isi tuna
ini isi coklat atau fruit taste
Kliatannya enak noh (O_O)Arigatou~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Kenno , KYAAAAAAAAAAAA!!!" Teriak Ai. Kenno berusaha menge-rem larinya , dia berhasil tapi malah ngesot dan nyemplung  ke kolam ikan. BYUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUURRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!!
BWAHHAHAHAHHAHAHHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHA -> suara ketawa anak se-kantin + Hiro and Ichi."Sial!" Kata Kenno keluar dari kolam. Ai berlari kearah Kenno dan mengambil sapu tangan warna hijaunya.
"Dasar..hati-hati dikit kenapa ?" Kata Ai mengelap cucuran air kolam yang turun ke muka dari rambutnya yang buasah kuyup itu.
"Kau juga datang gak bilang-bilang" Kata Kenno sambil ketawa. Ichi meyodorkan handuk olahraga miliknya untuk digunakan Kenno mengeringkan rambutnya."Bodoooh...haha..hhaa....Pakai nih ! , nanti jemur ajja di dekat locker anak kelas 3"Kata Ichi yang masih berusaha menahan tawanya itu.Kenno menerimanya dengan muka manyun + kesel.
"Kenno ! kalo begini kamu pelajaran pake baju apa ?!" Tanya Ai. Kenno melemparkan wink khasnya.
"Pake baju Olahraga dong". Katanya mantab. Ai tersenyum . Dia berlari kearah Kenno dan memeluknya.
"Suki desu , Kenno-kun" Kata Ai manis. Kenno hanya blushing saat Ai mengatakan itu. Ai me-release pelukannya.
"Oke.... Ai...kamu.. itu..udah" Kata Kenno  gagap. Ai menarik kerah baju  milik kenno dan mencium pipi kanan Kenno.
"A....A....AAAAAAAAAA....Ai!" Kata Kenno kaget mau lompat.

~Pelajaran~
"Jadi , Topografi itu adalah bla bla bla bla bla bla" Jelas guru IPS. Kenno memperhatikan dengan cermat. Baju Olahraga anak kelas 1 SMA nya sedikit basah di bagian punggung. Ai , hanya diam ditempatnya sambil memainkan pulpennya diatas kertas. Dia menuliskan sesuatu untuk Kenno. Setelah selesai , dia memberikannya pada Flurita.
"Kenno..pssst..Kenno !" Bisik Flurita. Kenno menoleh kearah Flurita.
"Apa ?" Balas Kenno. Flurita melirik kearah Ai. dan tersenyum jahil. Lalu kembali kearah Kenno.
"Nih , dari Ai-chan. Kalian jadian ya ?" Kata Flur jahil. Kenno menyambar kertas itu dan bilang ...
"Nggak mungkin ! Dia itu majikan aku !" Kata Kenno lalu membuka kertas itu. dibacanya dan dia terkejut.
"Day by day.
I looked your sweet smile.
And still same till now.
Kenno , Will you meet me in the backyard school.
Under the Akasia tress ?". Begitu isi suratnya. Kenno menoleh kearah Ai yang sedang memperhatikan guru itu.

~Istirahatttt !!!~

Kenno tak seperti biasanya hari ini. Biasanya dia berkumpul di kantin besama Ichi dan Hiro. Kali ini dia ke halaman belakang sekolah yang ada sungai kecil buatan itu. Dia akan menemui Ai. Gadis yang membuatnya merasa berharga didunia ini.
"Ai.." Panggil Kenno. Ai menoleh kearah Kenno. Ai berlari kearahnya dan memeluknya dalam. Kenno blushing.
"Kenno.. dengar ini baik-baik.. berjanjilah kau tak akan melupakan dirikiku ini" Kata Ai sambil menagis. Kenno mengerutkan sebelah alisnya.
"Ai , Kau ini kenapa ? Kenapa kau selalu dengan cara ini dan karena aku..." Belum selesai kata-kata Kenno , Ai menciumnya di bibirnya. Kenno hanya terdiam. Entah kenapa , Kenno merasa hangat . Ai me-release ciumannya.
"I could get used to it" Katanya lembut. Ai tersenyum dan memeluk Kenno lebih dalam.
"Kelas 3 nanti , kami sekeluarga akan pindah ke Jerman untuk bisnis" Kata Ai. Kata-kata itu yang merobek hati Kenno. Baru sebentar saja mereka selangkah lebih dekat kini mereka harus dipisahkan kembali. Kenno menyesal tak berkata kepada Ai tentang perasaannya yang sesungguhnya.
"Aku ingat saat itu , ketika kau menyelamatkanku" Kata Ai duduk disebelah Kenno. Rindangnya pohon Akasia membuat mata Kenno terpejam. Dia terlelap sambil menyilangkan tangan kirinya dengan tangan kanan Ai. Ai menoleh kearah Kenno dan menyandarkan kepalanya ke bahu Kenno yang bidang itu. Dia tersenyum dan mulai memejamkan matanya pula."Now , This is time for your life. Without me , beside you". Kata Ai lalu terlelap. Ai masih setengah sadar dia menguatkan genggaman tangan kanannya dengan tangan kiri Kenno. Dia menyadari betul. Saat ini adalah saat yang diinginkannya untuk hidupnya. Mungkin 2 - 4 tahun lagi dia akan lupa , tetapi untuk saat ini biarkanlah dia menikmati saat yang dia inginkan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Lucky Chapter 4 ! Finisheeeeeeeeeeed !
lama juga bikin 1 chapter ini.  kebanyakan tugas sih..
Ored ! Met membaca :P

School PAGE !

Oke , aku akan cerita dikit tentang sekolahku :D. Sekolahku adalah SMPN 32 Surabaya. Ya , sekolah ini selalu dipandang sebelah mata sama kalangan THE HIGH. Tapi emang sih rada kurang maximum. Kadang kamar mandinya yang bau dan kadang pintu WC/TOILET yang rusak. Juga rada horror.Katanya nih , kalo kalian malem-malem dateng bakal ada..Hiiii.... ASSSTOJJIIIMMM !... SETAN ! Udah cukup dengan itu ? Oh belom! Kita kebagian KANTIN , ya , K-A-N-T-I-N dibaca tempat nongkrong. Keadaannya yang sepit naujubillah membuat para murid harus kaya ikan kakap kena jaring jika mau beli jajanan di dalem kantin. arah masuk dan keluar yang cuma 1 jalur (Jalan kalee...) harus dipaksa untuk jadi 2 jalur... Juga kalo mau beli jajan harus rela kaki keinjek sama anak lain buat beli Es ato jajanan yang lain. ASTAGANAGABONAAARRR !.

Ya , tapi para pedagangnya Friendly abis. Yang jadi Favorit anak kelas 7-9 itu adalah : BU LASMI. Buset! Baek mampus ! Bu Lasmi ini sering jadi tempat anak-anak terutama cewek-cewek , jadi tempat CURCOL (CURhat COLongan). Masalah pacar , keluarga , ato yang paling sering nih , PELAJARAN !. Pelajaran biasanya buat otak anak-anak dari kelas 7-9 kaku. Next... Kita ke Perpustakaan yang terletak di sebelah (dalam) masjid IMTAQ.

Disini , guru yang paling disukai anak-anak adalah : BU LILIK. Uwaaahh, gak bisa diungkapkan kata-kata kebaikannya gimana. Dari ngasih ceramah yang bersifat membangun , tempat curcol , berbagi canda dan tawa, dan banyak lah. silahkan datang sendiri kesini. Pak Rachmat : Ini guru bisa dibilang Srimulat-nya 32! dari kata-kata yang bikin perut kita jungkir balik sampe berbagai macam expresi yang dia keluarin saat di poto. Mulai dari ngupil maut sampe orang kena tembak.. Gokkkiillll ! Next.... Kita kekelas dimana aku selalu terjebak bersama teman-teman yang gokill ! (terutama cowok). Nah , kalau guru gak ada di kelas... Kelas adalah panggung hiburan. Ada yang maen gitar ato cuma sekedar ngobrol . Tapi dari pada itu hal yang membuatku menyukai kelas ini adalah : SOLID. Guru atau siswa lain boleh bilang kelas ini rame. Tapi rame itulah yang bikin aku betah dikelasku sendiri. Ya , kadang juga jengkel sih. Jadi , aku sudah seperti jamur yang nempel di Kelas 9B . sama seperti yang lain. Walau kadang ada yang menjengkelkan sampai aku pingin banget kabur (Ketangkep guru , KAPOOOK!). Tapi mereka selalu aku kangenin saat libur panjang. SMPN 32 cukuplah untukku yang rada Odd ini. Entah kenapa dari kebiasaanku yang suka nongkrong di TU sampe di depan Toilet dekat Toilet Guru. Hahahahaha.... PARAH !. Aku sering menampakan diri (Kamu setan ya ?) di kelas 9b , TU , dan kemana kaki ini melangkah (Putitis banget sih kamu :P). Kita sekarang ke daerah MASJID yang belom selese aku bahas. Kadang adek-adek kelas 7/8 yang ada di serambi masid arah Perpus kalo sholat pasti maen serkong ato ketawa ketiwi pas ibadah. Parahnya , itu dilanjutin aja . Khan itu harus nya batal khan ? .Massya Alllah !. Di masjid anak-anak juga sering ganti baju olahraga (terutama yang cewek ). Nah... sekira nya itu ajja sih.. gak lebih.




Klo kebanyakan yg baca malah puyeng .... klo puyeng minum BAYGON ! Hahahahahaha...
Just Kidding , PEACE :D

~ Lucky ~ Chapter 1

Nganggur ... nie crita GJ gak tau asalnya dr mana... anehh..
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Chek It Out ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Get The story began !~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nama nya Kenno , tapi dipanggil "Ke" oleh teman-teman nya. Umur nya baru 18 tahun tetapi ia harus bekerja membantu ayahnya , kakak dan ibunya sudah meninggal 8 tahun yang lalu karena kecelakaan mobil.Dia bekerja sebagai supir pribadi keluarga Morinaga. Sudah 2 tahun dia bekerja sebagai sopir. Keluarga Morinaga mempunyai anak semata wayang yang bernama Ai , nama lengkapnya sih Aiko . Karena dia lahir di Hokkaido, Jepang , makanya di beri nama Aiko yang berarti "  Yang tercinta ". Dia hanya berbeda 1 bulan lebih muda dari Kenno. Mereka berdua sekolah di sekolah yang sama SMA H (sebut saja begitu). Ya berarti begini , Si Kenno nyopirin si Ai ... trus mereka masuk sekolah bareng pulangnya si Kenno nyopirin lagi. Kenno terkenal dengan kemampuan olahraganya , sedangkan Ai , wah jangan tanya , Kemampuan akademiknya di atas rata-rata.

Di koridor sekolah.........

" Ke , Kenno ! " Sahut Ichi . Ichi sahabat Kenno sejak SD , dia adalah kakak kelas nya. Karena lahir bulan Desember , maka-nya umurnya still 18 , walaupun dia lahir 1 tahun lebi tua dr Kenno.
" Eh , Kak Ichi , selamat pagi ". Sapa Kenno balik . Ichi merangkulkan tangan kirinya ke pundak Kenno. Dan membisikan suatu kata ke Kenno
" SUDAH KUBILANG KAAAN ! PANGGIL AKU ICHI , ICHI ,ICHI!!!!!!!!!!" Teriaknya keras di telinga Kenno. Kenno kaget dan terjatuh di samping Ichi (untung gak pinsan).
" Ichi ! kalo di sekolah khan harus pake KAK ! MENG-HORMAT-I ! " balas Kenno sambil berdiri membersihkan bagian belakangnya yang kotor.
" Kenno , pulang nanti langsung antar aku ke les Piano , yah " Kata Ai yang tiba-tiba menepuk pundak Kenno dari belakang. Tangan nya menjulang tinggi karena pundak Kenno yang tinggnya se-Jidatnya Ai. Maklum Kenno=183cm Ai=177 cm..
" Eh , iya , Non." balas Kenno buru-buru. Ia tahu bahwa majikan nya itu tak suka menunggu lama.
" Hei , itu bukannya Morinaga Aiko ? Anak keturunan bangsawan Prancis ?" tanya Ichi (186cm). Kenno cuma mengangguk tanda benar.
TENG ........TENG .....TENG ....TENG......
" Eh , sudah bel, Aku duluan yah , Ke ! " Kata ichi sambil berlari kearah lantai 2 . Kenno tersenyum dan berlari kearah kelasnya.
                                                                                          ~~~~~~~~~~
Saat istirahat.....
" Hah ?! Doogde Ball ? " Kata Kenno heran.
" Iya , Doodge Ball ... Besok kita tanding ngelawan anak kelas 3 SMA G (sebut saja begitu) " Kata temannya
" Iya ,  kalo aku sih , fine fine aja , yang lain ? " Kenno balas bertanya
" Tinggal kamu ajja , Ke. Semua beres !. Lagi pula besok sport Festiv. disini kan ?" jawab temannya
" Aku sih, itu tahu , masalahnya sekarang aku khan harus nganterin majikanku  , Ai" Kata Kenno sambil melirik kearah 4 bangku di samping kirinya. Ai sedang asyik ngerumpi dengan teman-temannya
" Hallah! itu gampang ! Aku yang ngurus ! " Kata Hiro.Hiro (184cm) . Hiro teman Kenno waktu SMP
" Kapan kau datang ?" tanya Kenno
" Barusan , kamu jd ikut nggak ?. Aku ikut loh " balas Hiro
"yah, lihat-lihat dulu deh" Kata Kenno bimbang
" umm... pasti karena Ai ya ? " kata Hiro
" Haaah , iya. Kata nya besok kita boleh masuk boleh nggak. Biasanya klo libur kaya gitu dia malah banyak Les. Khan harus aku yang nganter" Kata Kenno panjang lebar
" Lho setahuku sopir nya ada 3 deh ? " tanya Hiro
" Pak Slamet sopirnya papanya Ai , Pak Joko mamanya, Aku , Dia-nya" Jelas Kenno
" Eh Ke! jadi Ikut tanding gak ?! " Tanya teman yang lainnya
" eh , nanti ku SMS deh" Kata Kenno bersalah
" Awas loh ! " kata temannya yang beranjak pergi kekantin karena udah dikacangin sama Hiro & Kenno.
Kenno mengambil dompetnya dan melihat apakah dia punya uang 10 ribuan untuk jajan... dan ternyata.... Nggak ada ! Cuma ada 2 rebu! sodara-sodara ! 2 REBU ! Cuma bisa beli gorengan 1 sama es teh 1. GAK KENYANG !
" Hah...Kanker lagi nih dirimu ?"  kata Hiro
" Ho-Oh KANtong KERing.." Kata Kenno melas
"Ya udah , aku traktir.. tapi selesein tugas Bahasaku yah ! " Kata Hiro
" Itu sih gampang !" Balas Kenno
" Nilai terakhir bahasamu ? "
" 3 "
" udah gak jadi !"
Mereka pun menuju kantin sekolah . Mereka tak sadar , bahwa Ai mendengar semua percakapan mereka

                                                    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Saat Pulang ...........
" Silahkan , Non " Kata Kenno seraya membukakan pintu belakang mobil Mercedez benz bercat silver itu.
"  Makasih " Balas Ai singkat (padat dan jelas).
Kenno langsung menghidupkan mesin , dan 10 menit kemudian mereka telah berada di jalan raya.
" Ini ... lansung ketempat Les , Non ?"  Tanya Kenno
" Nggak , aku mau pulang. Besok aku masuk sekolah !" Kata Ai singkat (padat dan jelas , lagi.)
" Iya , Non " Balas Kenno
Ai merapatkan tubuhnya ke belakang kursi nomor 2 didepan. Dia tersenyum melihat Kenno meringis bahagia , walau hanya sesaat.
30 menit kemudian Ai sudah tiba di rumah dengan slemat (dan sehat walafit pula ( lho ?))
Ai langsung naik ke lantai 2 , dan membuka pintu kamarnya lalu masuk kedalamnya (Ya iyalah ! masa kekeluarnya ?!)
Dia melempar tas sekolahnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk itu (klo keras batu). Lalu ia beranjak menuju kekomputer yang terdapat di atas meja belajarnya. Dia membuka Facebook dan Twitternya . Dan menulis Status / tweet yang sama. " Today was a best day in my life , I was talked to him , although it was a little talk , But I'm very happy . And I saw him smile , correctly giggles". Setelah itu dia Log Out. Dan mulai memainkan pianonya yang berada di sudut ruang kamarnya. Lagu I think of you dari Tata Young menjadi favoritnya saat ini. setelah itu ia lanjutkan dengan lagu "Crush" dari Davit Archuleta.
" Am I crazy or fallin in love. is it really just another crush ?" senandung Ai.
TOK TOK TOK <- suara pintu diketuk.
"Siapa ?" tanya Ai
" Ini aku , Non. Ke..Kenn..A...Hatchhiii !" kata kenno  sambil bersin.
" Masuk " Balasnya lagi dan mengakhiri permainan pianonya
" Maaf...chii! Ada telepon darii...chii ! Mark...chii...Marko , Non " Kata Kenno sambil bersin (Lagi)
" Iya..makasih. Tapi kenapa kamu kok bersin-bersin ,Ke?" tanya Ai
"Ah , gak papa. Aku cuma kesemprot air sama Bi Sumi " Jelas Kenno
" APA?! , Itu bahaya ! Kamu bis flu loh ! , Sini! masuk dulu !" Kata Ai menarik Kenno masuk kedalam kamarnya.
" Ta..tapi.. telpon nya ?"
" GAK PENTING !" balas Ai jutek.
beberapa menit kemudian , Kenno sudah duduk dilantai kamar Ai. Ai setengah berjongkok mengkeringkan rambut Kenno. Kenno hanya diam dan pipinya bersemu merah.
"Nah , sudah kering " Kata Ai me-Relase handuk itu dari kepala Kenno
" Maka sih , non " Kata Kenno tersenyum pada Ai
Ai blushing sejenak,lalu dia bersusaha tetap cooling dawn.
" sama - sama" balasnya tersenyum.
" Ai.. Eh Non Ai!" Kenno gelagapan.
"apa ?" Balas Ai
" Makasih " kata Kenno lagi
"untuk ?" kata Ai mulai memerah wajahnya
" ya.. Aku tahu kalo kamu ngebatalin semua janji les mu cuma buat aku khan ?" kata Kenno menatap Ai
" HAH ?! APA?! Siapa ? aku emang ingin libur kok ! Bukan karena KAMU ! " Balas Ai jutek
" Jujur aja.. aku tahu kau gak pandai mengekspresikan perasaanmu.. tapi ingat ya kali ini aja aku ngomong sama kamu tanpa bahasa baku, karena apa ? Mumpung gak ada ayah mu." kata Kenno sambil berdiri dan membuka pintu kamar Ai. dia tersenyum jahil sambil mengeluarkan sedikit ujung lidahnya dan berkata : " Ini , R-A-H-A-S-I-A "
Brak ! > suara pintu ditutup
Ai masih bengong najong , di tidak percaya bahwa Kenno akan berbicara seperti itu. Dia lalu tersenyum membenam kan wajahnya di handuk yang ia pegang dan bebisik kecil , "Kenno"
                                                                                            ~~~
Keesokan harinya
" KENNOOOOOOOO! Akhirnya kau ikut jugaaaaaa ! " kata Hiro sambil memeluk Kenno
" Wah... Hiro ! kau ini ! berat tau ! " Balas Kenno sambil melepas pelukan Hiro. Hiro hanya manyun kesal .
"weh ! Kenno ! cepat kesini ! udah mau mulai nih ! " Kata Ichi dari lapangan
"Eh , iya !" Balas Kenno dan berlari kearah Ichi . Pertandingan pun dimulai . Giliran pertama didapat oleh SMA G .
Kenno berusaha mempertahankan kelompoknya. Dan setelah 1 1/2 jam berjuang , SMA H pun menang.

"Yosh ! menang !" Kata Ichi memberantakan rambut Kenno
"Arrgh ! Ichi ! sakit tahu !" Protes Kenno
Dari kejauhan anak-anak perempuan bersorak ramai "Kenno , Ichi , Hiro , KYAAHHH!"
"apa specialnya anak itu ?" kata Ai kesal. Ia meninggalkan lapangan melewati batas base camp SMA G. Kenno melihatnya , dan tetap memperhatikan gadis berambut panjang sebahu itu
" Kurarang ajar ! Masa SMA kami kalah ?" Kata salah satu anak SMA G . Dia melempar bola kerarah kerumunan Tim SMA H. Tapi anak itu tak melihat Ai.
"KYAAAAAAAAAAAAAAH!!!!" Ai berteriak keras. Tapi terlambat bola itu tetap melaju kencang. Ai hanya bisa pasrah dan menutup kedua matanya berharap dia akan baik-baik saja.
BRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK !!!
Ai membuka matanya . Dia terkejut ! apa yang terjadi adalah hal yang mustahil.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Lucky CHP.1 finish ! tunggu kelanjutannya

~ Lucky ~ Chapter 2

Ai terkejut akan peristiwa di depan matanya itu . Kenno memelukknya agar tak terkena bola lemparan itu. Tapi kepala Kenno berdarah. Dia me-relase pelukannya dari tubuh Ai dan jatuh pinsan di sebelah kanan Ai. Ai terduduk lemas dan memangku kepala Kenno untk mencegah pendarahan Kenno tambah parah.
"BODOHHH! kenapa kau lakukan ini ?!" Kata Ai sambil menangis terisak-isak
"Aku...Aku..Aku hanya ingin me..no..long...m..u" Kenno pinsan bersimbah darah
"Ke...ke...KENNOOOO! . Jangan mati !" Ai memeluk Kenno. Ichi dan Hiro berlari kearah mereka.
"Ai ! Kenno ! kalian tidak apa-apa ?" Tanya Ichi . Hiro lebih dulu menyahut dengan gugupnya.
"I...Ich..Ichi , Kenno , ...... TERLUKA PARAH !" Kata Hiro syok.
"APA ?!" Blas Ichi gak kalah syoknya (Malah ngobrol , Kenno kasian tuch !)
"KALIAN INI ! BANTUIN DONG ! JANGAN NGOBROL AJA!" Protes Ai. Tangannya sudah penuh dengan darah Kenno yang terus mengucur dengan derasnya. Ichi dan Hiro membopong Kenno ke Mobil milik Ai. Ichi yang menyetirnya. Ai duduk dibelakang sambil terus memangku kepala Kenno . Darahnya masih keluar hingga jok mobil Ai penuh dgn darah.

Sesampainya dirumah sakit , Kenno langsung dilarikan ke UGD.
"Kenno !" Teriak Ai. Ichi dan Hiro terus mendorong ranjang Kenno ke UGD.
"Maaf , kalian tunggu diluar" Kata suster. Ichi , Hiro , Ai menunggu diluar. Ai masih menagis mengkhawatirkan Kenno. Ichi yang melihatnya menjadi iba.
"Ai, sudahlah tak apa. Kita berdoa saja semoga Kenno baik-baik saja." Kata Ichi berusaha menenangkan Ai. Hiro duduk di sebelah Ichi , dan bertanya satu hal yang membuat Ai syok.
"Apa kau.... menyukai Kenno , Ai ?" Kata Hiro dengan tatapan tajam. Ai menoleh kearah Hiro. Dan Raut mukanya bertambah sedih.
"Itu benar , Hiro... Aku menyukainya sejak 4 tahun yang lalu,saat kami masih duduk di kelas 7." Kata Ai. Hiro menghela napas. Dia tersenyum.
"Jadi , selama ini penantian Kenno gak sia-sia dong." Kata Hiro lagi. Ichi tersenyum pada Hiro dan merangkul pundak Hiro dengan tangan  kirinya.
"Yosh ! sebetulnya ini rahasia khan ?!" Kata Hiro dengan sedikit nada kesal. Hiro manyun kesal. Ai terkejut. Dia menghapus air matanya dan bertanya balik.
"Apa Kenno .... menyukai-ku ?" lensa mata Ai membesar. Hiro cuma tersenyum lebar (selebar jlan tol surabaya-mojokerto). Menandakan itu semua benar. Ai blushing
"Kenapa Kenno tidak bilang padaku ?" tanya Ai lagi (dengan Blushing tentunya). Hiro menatap Ai sejenak. Dia berdiri dan berkata.
"Dia punya alasan tersendiri untuk tidak mengatakan itu padamu , Ai" Lalu Hiro pergi meninggalkan Ai dan Ichi
"Antano wa uchi no dareska ?" Tanya Ichi.
"Iye ! mau pulang gw ! capek !" balas Hiro jutek.

30 menit kemudian.....
Pak Ridwan datang dengan paniknya. Dia takut akan kehilangan satu-satunya anak yang dia punya , Kenno.
"Non , apa anak bapak baik-baik saja ?!" Kata Pak Ridwan sambil membuka pintu kamae Pv. Bougenville
"Iya , dia nggak papa om." Kata Ai lembut. Telapak tangan Ai yang lembut membelai rambut hitam Kenno yang acak-acakan. Dan telapak tangan nya turun kearah jidat nya Kenno. Mengusap perban yang dibebat memutari kepala belakang pemuda itu.
"Ai , kuantar kau pulang" Kata Ichi menawarkan . Ai menatap Ichi , lalu kembali menatap Kenno dan tersenyum.
"Iya , Ichi. Kenno aku pulang dulu , ya. Pak Ridwan tolong jaga Kenno" Ai beranjak dari kursi yg ia duduki tadi. Dia kembali menoleh kerah Kenno yang masih belum sadarkan diri itu. Lalu ia keluar dari kamar itu bersama Ichi. Ai sempat mendengar Pak ridwan berkata pada anaknya.: "Syukurlah kau tidak apa-apa , nak. Jangan prgi tinggalkan ayah sendiri , nak" . Ai makin tak kuat menahan tangisnya. Ichi hanya bisa merangkulnya dan berjalan menuju tempat parkir untuk mengantar dy pulang. MASALAHNYA : Nanti si Ichi pulang pake apa ???!

 ~~~
" Thanks , Ichi " Kata Ai . Ichi tersenyum dan meninggalkan rumah mewah itu. Ai masuk kedalam rumahnya dan telah disambut oleh raut muka mamanya yang .... ya tahulah ... khawatir
"Ai-chan ! Kenno-kun tidak apa-apa?" Kata  Nyonya Morinaga
"Ya , udah baikan lah Oka-san" Balas Ai . Ai berjalan menuju kamarnya. Mama nya heran akan sikap anaknya itu .
"Mau makan , Ai-Chan?" Kata mamanya khawatir
"Aku tidak lapar , Ma" katanya lesu. dan terus menaiki anak tangga. Ia melemparkan tubuhnya ke kasur yang empuk itu. Mengambil bantal kesayangannya dan mulai membenamkan wajahnya . Tak sadar ia tertidur pulas. Memorynya berputar ke 4 tahun yang lalu , saat mereka pertama kali bertemu.

4 Tahun lalu..........
Aku disini bukan untuk bahan ejekan ! (Ai menangis). Apa salahnya anak bangsawan sekolah disini ?!. Ai berjalan menuju pohon akasia yang rindang dan meneruskan tangisannya. Dia akan merasa lebih baik kalau ia begitu ketika sedih.
"Hei , kok nangis ?" Kata anak di balik pohon itu. Ai terkejut dan mengadahkan wajahnya keatas. Anak lelaki yang sebaya denganya , hanya lebih tinggi darinya , berwajah manis , berambut hitam sedikit gondrong dan acak-acakan. Ai kembali menutupi wajahnya dgn kedua telapak tangannya.
"PERGI SANA !" Katanya jutek . Tetapi anak itu malah duduk disebelahnya. Anak itu meraba-raba rompi seragamnya (Ini kantongnya di dalam and diluar) berharap menemukan sesuatu yang berguna.
"Ng.. ini . pakai ini . Hapus tuh air mata , gak cantik lagi loh" Gombal Mode : ON
"DASAR ! cowok !" kata Ai mengambil sapu tangan dari tangan anak itu. Dia menghapus air matanya.
"Sudah selesai hujannya ? . Tuan putri ?" Kata anak itu lagi . Dia tersipu malu. dan memalingkan wajahnya.
"Oh LUPA ! , aku Kenno Glascio Putra , kamu ?" Kata anak itu memperkenalkan diri. Ai menoleh padanya.
"Morinaga A..Aiko Puri" kata Ai gugup.
"Aiko ya ?" Nama yang cantik . Kata Kenno gombal mode: on. Ai tersipu malu. Sejak saat itu dia mulai menyukai Kenno. Tetapi Ai harus pindah sekolah setelah 6 bulan dia bersekolah disana
 (END)
Ai terbangun dengan wajah murung. Dia membuka Box kecil yang ada di meja  teleponnya. dan mengambil sebuah sapu tangan berwarna Biru Laut , Dia menatapnya  dalam , dan mulai menitikan air matanya lagi (ASTOJJJIIIM!). Dan berbisik kecil , satu nama yang ada dibenaknya saat ini , "Kenno".

Keesokan harinya
DING ...... DONG ....(bel pintu bunyi . Ya iyalah masa speaker masjid !)
"Iya" Kata Ai membuka pintu
"Ai-Chan" Kata seorang yang Ai kenal
"Mark...marko !" Kata Ai terkejut
Nggak pakai bawang , gak pake jahe , gak pake merica, gak pake lengkuas , gak pake daleman (Lho??!) , gak pake lama Marko memeluk Ai
"Watashi ... AISHITERU YO ! Ai-chan !" Kata Marko . Ai terkejut akan hal itu . Jan tungnya seperti Speed Racing . Haruskah aku membalasnya ? Ai Bimbang .

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Creator Note :
Gimana nasib Kenno ? Akankah Ai memilih Marko ?. Gak tahu.wkwkwkwk tunggu Chapter 3 !

Lijit Search